Rumah Tangga Sering Bertengkar Menurut Islam: Penyebab, Dalil, dan Cara Mengatasinya
Redaksi Syaria · 12 Juni 2026 · 7 dilihat

Rumah tangga dalam Islam dibangun di atas cinta, kasih sayang, dan ketenangan jiwa. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit pasangan suami istri yang menghadapi konflik hingga rumah tangga sering bertengkar. Perselisihan kecil yang dibiarkan dapat berkembang menjadi masalah besar yang mengganggu keharmonisan keluarga.
Lalu, bagaimana Islam memandang rumah tangga yang sering bertengkar? Apakah pertengkaran dalam pernikahan merupakan tanda kegagalan? Dan bagaimana solusi Islam untuk memperbaikinya?
Artikel ini akan membahas penyebab rumah tangga sering bertengkar menurut Islam, dalil Al-Qur’an dan hadits terkait, serta langkah-langkah penyelesaiannya berdasarkan syariat.
Rumah Tangga dalam Islam Dibangun untuk Ketenangan
Tujuan pernikahan dalam Islam bukan sekadar menyatukan dua orang, tetapi menciptakan ketenangan hidup. Allah SWT berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)
Ayat ini menjelaskan bahwa rumah tangga ideal memiliki tiga pondasi utama:
Sakinah (ketenangan)
Mawaddah (cinta)
Rahmah (kasih sayang)
Namun, ketenangan rumah tangga tidak berarti tanpa masalah. Bahkan rumah tangga Rasulullah ﷺ juga mengalami perbedaan pendapat. Yang membedakan adalah bagaimana konflik tersebut diselesaikan dengan akhlak dan tuntunan agama.
Apakah Wajar Rumah Tangga Sering Bertengkar?
Dalam batas tertentu, perbedaan pendapat antara suami dan istri adalah hal manusiawi. Dua orang yang berasal dari latar belakang berbeda tentu memiliki karakter, pola pikir, dan kebiasaan yang tidak sama.
Namun, jika rumah tangga sering bertengkar hingga menimbulkan kebencian, kekerasan verbal, atau ancaman perceraian, maka kondisi tersebut perlu segera diatasi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.”
(HR. Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan bahwa kualitas iman seseorang juga tercermin dari cara memperlakukan pasangan.
Ketika pertengkaran terjadi terus-menerus, pasangan perlu melakukan introspeksi: apakah sudah menjalankan kewajiban masing-masing sesuai tuntunan Islam?
Penyebab Rumah Tangga Sering Bertengkar Menurut Islam
1. Kurangnya Komunikasi yang Baik
Salah satu penyebab terbesar konflik rumah tangga adalah komunikasi yang buruk. Banyak pasangan saling menyalahkan tanpa berusaha memahami.
Allah SWT berfirman:
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.”
(QS. An-Nisa: 19)
Ayat ini mengandung makna bahwa suami istri harus saling memperlakukan dengan cara yang baik, termasuk dalam berbicara dan menyampaikan keluhan.
Dalam Islam, komunikasi bukan sekadar berbicara, tetapi juga mendengar, memahami, dan menghargai pasangan.
2. Tidak Menjalankan Hak dan Kewajiban
Islam telah mengatur hak dan kewajiban suami istri dengan jelas. Konflik sering terjadi ketika salah satu pihak merasa tidak dihargai atau diabaikan.
Suami wajib memberi nafkah lahir dan batin, sedangkan istri wajib menjaga kehormatan keluarga serta menaati suami dalam perkara kebaikan.
Allah berfirman:
“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”
(QS. An-Nisa: 34)
Ayat ini bukan berarti dominasi sepihak, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kasih sayang dan keadilan.
3. Emosi yang Tidak Dikendalikan
Rumah tangga sering bertengkar juga bisa disebabkan oleh sifat mudah marah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jangan marah.”
(HR. Bukhari)
Nasihat singkat ini menunjukkan pentingnya pengendalian emosi. Dalam pertengkaran, ucapan kasar sering keluar saat marah dan akhirnya meninggalkan luka mendalam.
Islam mengajarkan ketika marah untuk:
Berwudhu
Duduk jika sedang berdiri
Berbaring jika masih marah
Diam sementara waktu agar tidak berkata buruk
4. Campur Tangan Orang Lain
Terlalu banyak melibatkan pihak luar dalam konflik rumah tangga dapat memperburuk keadaan. Tidak semua masalah harus diumbar kepada keluarga atau media sosial.
Islam mengajarkan menjaga aib pasangan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mencampuri istrinya dan istrinya mencampurinya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.”
(HR. Muslim)
Karena itu, konflik rumah tangga sebaiknya diselesaikan dengan bijak dan penuh privasi.
5. Lemahnya Pemahaman Agama
Kurangnya ilmu agama sering menjadi akar masalah rumah tangga. Ketika pasangan tidak memahami hak, kewajiban, serta adab dalam pernikahan, konflik mudah muncul.
Oleh sebab itu, memperdalam ilmu agama menjadi kebutuhan penting dalam membangun keluarga sakinah.
Kini, banyak layanan konsultasi agama Islam online yang dapat membantu pasangan memahami persoalan rumah tangga sesuai syariat. Dengan bimbingan yang tepat, pasangan bisa mendapatkan solusi yang lebih tenang dan objektif.
Cara Mengatasi Rumah Tangga yang Sering Bertengkar Menurut Islam
1. Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnahå
Ketika konflik datang, jangan menjadikan ego sebagai hakim utama. Allah SWT berfirman:
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya).”
(QS. An-Nisa: 59)
Artinya, setiap masalah rumah tangga harus diselesaikan berdasarkan nilai Islam, bukan sekadar emosi atau gengsi.
2. Saling Muhasabah (Introspeksi)
Alih-alih menyalahkan pasangan, Islam mendorong seseorang melihat kekurangannya sendiri terlebih dahulu.
Tanyakan pada diri:
Apakah saya sudah berbicara lembut?
Apakah saya menghargai pasangan?
Apakah saya sudah menjalankan kewajiban?
Muhasabah dapat membuka pintu perbaikan dalam rumah tangga.
3. Menjaga Lisan Saat Bertengkar
Ucapan kasar dapat menghancurkan hubungan bertahun-tahun.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam rumah tangga, menjaga lisan sangat penting. Hindari:
Menghina pasangan
Mengungkit masa lalu
Membandingkan pasangan dengan orang lain
Mengancam cerai saat emosi
4. Libatkan Penengah yang Adil
Jika konflik semakin berat, Islam membolehkan adanya mediator.
Allah SWT berfirman:
“Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan.”
(QS. An-Nisa: 35)
Mediator bertugas mencari solusi, bukan memperkeruh suasana.
Saat ini, pasangan juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi rumah tangga Islam untuk mendapatkan pandangan syariat dari ustadz atau konselor Muslim terpercaya.
Kapan Harus Mencari Bantuan?
Jika rumah tangga mengalami:
Pertengkaran setiap hari
Hilangnya rasa hormat
Komunikasi memburuk
Ancaman perceraian terus menerus
Konflik soal anak, ekonomi, atau keluarga besar
Maka jangan ragu mencari bantuan.
Mengikuti konsultasi masalah rumah tangga Islam bukan berarti rumah tangga gagal, melainkan bentuk ikhtiar memperbaiki hubungan.
Kini banyak layanan konsultasi ustadz online yang memudahkan pasangan bertanya tanpa harus datang langsung. Dengan cara ini, pasangan dapat memperoleh nasihat berdasarkan Al-Qur’an dan hadits secara praktis.
Selain itu, layanan konsultasi keluarga Islam juga bisa membantu dalam menyelesaikan konflik antara pasangan, anak, maupun keluarga besar secara islami.
Jangan Jadikan Pertengkaran sebagai Jalan Menuju Perceraian
Islam tidak melarang perceraian, tetapi sangat tidak menyukainya ketika dilakukan tanpa alasan syar’i yang kuat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak.”
(HR. Abu Dawud)
Karena itu, ketika rumah tangga sering bertengkar, fokus utama harus pada perbaikan, bukan mencari siapa yang salah.
Banyak pasangan berhasil memperbaiki hubungan setelah memperbaiki komunikasi, memperkuat ibadah, dan membuka diri terhadap nasihat agama.
Penutup
Rumah tangga sering bertengkar menurut Islam bukan berarti akhir dari segalanya. Konflik adalah bagian dari perjalanan pernikahan, tetapi Islam memberikan panduan agar masalah tidak berubah menjadi kerusakan.
Al-Qur’an dan hadits mengajarkan pentingnya komunikasi yang baik, pengendalian emosi, menjalankan hak dan kewajiban, serta menyelesaikan konflik dengan hikmah.
Jika masalah terasa berat, jangan sungkan mencari bantuan melalui konsultasi ustadz online, konsultasi agama Islam online, konsultasi rumah tangga Islam, konsultasi masalah rumah tangga Islam, maupun konsultasi keluarga Islam agar mendapatkan solusi yang sesuai syariat.
Rumah tangga yang harmonis tidak lahir dari pasangan yang sempurna, tetapi dari dua orang yang sama-sama mau belajar, memperbaiki diri, dan bertahan dalam ridha Allah SWT.


