Aqiqah

Cara Melaksanakan Aqiqah yang Benar Sesuai Syariat Islam

Hosen · 26 September 2026 · 6 dilihat

Cara Melaksanakan Aqiqah yang Benar Sesuai Syariat Islam

Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Pelaksanaannya memiliki ketentuan tertentu yang perlu diperhatikan agar aqiqah sesuai sunnah, tidak hanya dari sisi hewan yang disembelih, tetapi juga waktu, jumlah hewan, proses penyembelihan, hingga pengolahan dan pembagian dagingnya.

Bagi orang tua yang ingin melaksanakan aqiqah sesuai syariat Islam, memahami tata cara yang benar menjadi hal penting. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, pelaksanaan aqiqah diharapkan menjadi ibadah yang bernilai dan tidak sekadar acara syukuran.

Apa Itu Aqiqah dalam Islam?

Aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Aqiqah termasuk ibadah yang memiliki tuntunan dari Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.”

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Hadis tersebut menunjukkan beberapa amalan yang berkaitan dengan kelahiran anak, yaitu penyembelihan aqiqah, mencukur rambut, dan memberikan nama.

Karena itu, aqiqah Islami sebaiknya dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan yang berasal dari sunnah Nabi, bukan semata-mata mengikuti kebiasaan atau tradisi masyarakat.

Hukum Aqiqah dan Anjuran Pelaksanaannya

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa aqiqah merupakan sunnah muakkadah bagi orang tua yang memiliki kemampuan. Artinya, aqiqah sangat dianjurkan bagi mereka yang mampu melaksanakannya.

Dasarnya antara lain hadis Rasulullah SAW:

“Barang siapa di antara kalian yang ingin menyembelih untuk anaknya, maka hendaklah ia melakukannya.”

(HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan aqiqah berkaitan dengan kemampuan. Karena itu, orang tua tidak perlu memaksakan diri apabila belum memiliki kemampuan finansial.

Prinsip ini juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 286:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Dengan demikian, aqiqah sesuai tuntunan Islam bukan berarti harus dilakukan dengan biaya besar. Yang terpenting adalah memenuhi ketentuan syariat dan melaksanakannya sesuai kemampuan.

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah

Lalu, bagaimana tata cara aqiqah sesuai sunnah? Secara umum, pelaksanaannya dapat dilakukan melalui beberapa tahapan berikut.

1. Menentukan Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan penyembelihan pada hari ketujuh.

Jika belum dapat melaksanakan pada hari ketujuh, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai waktu setelahnya. Sebagian ulama membolehkan pelaksanaan pada hari ke-14 atau ke-21, sedangkan sebagian lainnya memberikan kelonggaran selama orang tua mampu melaksanakannya.

Karena terdapat perbedaan pendapat dalam masalah waktu, orang tua dapat mengikuti pendapat ulama yang dipercaya sesuai dengan kondisi masing-masing.

2. Memilih Hewan Aqiqah yang Memenuhi Ketentuan

Hewan yang digunakan untuk aqiqah adalah kambing atau domba. Untuk anak laki-laki, tuntunan hadis menyebutkan dua ekor, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor.

Rasulullah SAW bersabda:

“Untuk anak laki-laki dua kambing yang sepadan dan untuk anak perempuan satu kambing.”

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Hewan aqiqah juga harus diperhatikan kondisinya. Hewan sebaiknya sehat, layak, dan memenuhi ketentuan syariat mengenai hewan sembelihan.

Karena itu, memilih aqiqah halal bukan hanya berkaitan dengan daging yang akan dikonsumsi, tetapi juga memastikan proses pengadaan dan penyembelihannya dilakukan dengan cara yang sesuai syariat.

3. Melakukan Penyembelihan Sesuai Syariat

Penyembelihan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan aqiqah. Prosesnya harus dilakukan dengan menyebut nama Allah dan menggunakan tata cara penyembelihan yang sesuai ketentuan Islam.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An’am ayat 121:

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah suatu kefasikan.”

Ayat tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya memperhatikan proses penyembelihan agar hewan yang dikonsumsi benar-benar halal.

Karena itu, apabila menggunakan jasa pihak ketiga, pilihlah penyedia aqiqah terpercaya yang dapat menjelaskan asal hewan, proses penyembelihan, serta pengolahan dagingnya.

4. Mencukur Rambut dan Memberikan Nama

Selain menyembelih hewan, rangkaian amalan yang berkaitan dengan aqiqah juga mencakup mencukur rambut bayi dan memberikan nama.

Dalam hadis yang telah disebutkan sebelumnya, Rasulullah SAW mengaitkan aqiqah dengan mencukur rambut dan memberikan nama pada hari ketujuh.

Mencukur rambut bayi dapat dilakukan sesuai kemampuan dan tuntunan yang dipahami. Orang tua juga dianjurkan memberikan nama yang baik karena nama merupakan identitas yang akan melekat pada anak.

5. Mengolah dan Membagikan Daging Aqiqah

Daging aqiqah dapat dimasak kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, kerabat, maupun orang yang membutuhkan.

Dalam praktik masyarakat, daging aqiqah sering disajikan dalam bentuk makanan siap santap atau nasi box. Cara ini dapat menjadi pilihan praktis, terutama bagi keluarga yang ingin melaksanakan aqiqah tanpa harus mengurus penyembelihan dan memasak sendiri.

Yang perlu diperhatikan adalah memastikan seluruh proses tetap berada dalam koridor syariat, mulai dari hewan, penyembelihan, pengolahan, hingga distribusinya.

Aqiqah Sesuai Syariah Tidak Harus Mewah

Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa aqiqah harus dilakukan dengan acara besar dan biaya yang mahal. Padahal, inti aqiqah adalah ibadah penyembelihan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Aqiqah sesuai syariah tidak ditentukan oleh kemewahan acara, dekorasi, atau banyaknya tamu yang hadir. Hal yang lebih penting adalah kehalalan hewan, proses penyembelihan, serta pelaksanaan yang mengikuti tuntunan Islam.

Dengan demikian, keluarga dapat memilih paket yang sesuai dengan kemampuan. Prinsipnya adalah melaksanakan aqiqah sesuai sunnah Nabi tanpa memberatkan keluarga.

Memilih Jasa Aqiqah yang Sesuai Syariat

Bagi orang tua yang tidak memiliki cukup waktu untuk mengurus seluruh proses, menggunakan jasa aqiqah syariah dapat menjadi alternatif.

Namun, jangan hanya mempertimbangkan harga. Pastikan penyedia jasa mampu memberikan informasi yang jelas mengenai sumber kambing, kondisi hewan, proses penyembelihan, pengolahan, dan distribusi makanan.

Penyedia jasa aqiqah Islami yang profesional seharusnya mengutamakan transparansi dan amanah dalam menjalankan pesanan pelanggan.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Pastikan hewan aqiqah sehat dan memenuhi ketentuan.

  • Tanyakan bagaimana proses penyembelihannya.

  • Pastikan makanan diolah dengan bahan yang halal.

  • Periksa pilihan paket dan jumlah porsi yang diperoleh.

  • Pastikan waktu pengiriman sesuai dengan kesepakatan.

  • Pilih penyedia yang memiliki informasi layanan yang jelas.

  • Perhatikan ulasan dan pengalaman pelanggan sebelumnya.

Dengan memperhatikan hal tersebut, keluarga dapat lebih mudah menemukan jasa aqiqah terpercaya dan amanah.

Aqiqah SyariaID sebagai Pilihan Praktis

Bagi keluarga yang ingin melaksanakan aqiqah tanpa harus mengurus seluruh proses sendiri, layanan aqiqah SyariaID dapat menjadi salah satu pilihan. SyariaID menyediakan layanan yang ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan aqiqah terpercaya sesuai syariah dengan pilihan paket yang dapat disesuaikan kebutuhan.

Melalui layanan aqiqah SyariaID, keluarga dapat memperoleh solusi yang lebih praktis, mulai dari pemilihan paket hingga penyediaan makanan aqiqah.

Jika Anda sedang mencari jasa aqiqah amanah, penting untuk memilih layanan yang memperhatikan aspek syariat sekaligus memberikan kemudahan bagi keluarga.

Kesimpulan

Cara melaksanakan aqiqah yang benar adalah dengan mengikuti tuntunan Islam mulai dari pemilihan waktu, hewan aqiqah, jumlah kambing, proses penyembelihan, hingga pengolahan dan pembagian daging.

Aqiqah sesuai sunnah tidak harus dilakukan secara mewah. Yang paling penting adalah niat ibadah, kemampuan orang tua, serta memastikan seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan syariat.

Dengan memilih jasa aqiqah terpercaya, orang tua dapat melaksanakan aqiqah dengan lebih praktis tanpa mengabaikan prinsip halal dan tuntunan Islam. Pastikan pula memilih penyedia aqiqah terpercaya yang amanah, transparan, dan memahami ketentuan aqiqah.

Bagi keluarga yang ingin melaksanakan aqiqah sesuai syariah dengan lebih mudah, layanan aqiqah SyariaID dapat menjadi solusi praktis untuk membantu menyiapkan kebutuhan aqiqah sesuai pilihan keluarga.

FAQ Cara Melaksanakan Aqiqah Sesuai Syariat Islam

1. Bagaimana cara melaksanakan aqiqah yang benar sesuai Islam?

Aqiqah dilakukan dengan menyembelih kambing atau domba sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak. Pelaksanaannya memperhatikan waktu yang dianjurkan, jumlah hewan, syarat hewan, proses penyembelihan yang halal, serta pengolahan dan pembagian daging.

2. Berapa jumlah kambing untuk aqiqah anak laki-laki dan perempuan?

Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, aqiqah anak laki-laki adalah dua ekor kambing yang sepadan, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.

3. Kapan waktu yang dianjurkan untuk aqiqah?

Waktu yang paling utama adalah hari ketujuh setelah kelahiran. Mengenai pelaksanaan setelah hari ketujuh terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, sehingga orang tua dapat mengikuti pendapat ulama yang dipercaya.

4. Apakah aqiqah harus dilakukan dengan acara besar?

Tidak. Aqiqah merupakan ibadah dan tidak harus dilakukan dengan pesta atau acara yang mewah. Yang penting adalah memenuhi ketentuan syariat dan dilakukan sesuai kemampuan.

5. Bagaimana memilih jasa aqiqah yang terpercaya?

Pilih jasa aqiqah terpercaya dan amanah yang dapat menjelaskan sumber hewan, kondisi kambing, proses penyembelihan, pengolahan makanan, jumlah porsi, serta sistem pengirimannya secara transparan.

6. Apakah menggunakan jasa aqiqah diperbolehkan?

Menggunakan jasa pihak lain untuk membantu pengadaan, penyembelihan, pengolahan, dan distribusi aqiqah pada dasarnya dapat menjadi pilihan praktis selama prosesnya dilakukan sesuai ketentuan syariat dan tidak menghilangkan unsur ibadah aqiqah.

7. Apa yang dimaksud aqiqah sesuai sunnah?

Aqiqah sesuai sunnah adalah pelaksanaan aqiqah dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, termasuk memperhatikan jumlah hewan, waktu yang dianjurkan, proses penyembelihan, serta amalan yang berkaitan dengan kelahiran anak.

 

Bagikan:FacebookX / TwitterWhatsApp

Artikel Terkait