Aqiqah

Cara Melaksanakan Aqiqah Anak dari Persiapan hingga Pembagian Daging

Hosen · 4 September 2026 · 2 dilihat

Cara Melaksanakan Aqiqah Anak dari Persiapan hingga Pembagian Daging

Aqiqah anak merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam sebagai wujud syukur orang tua atas kelahiran buah hati. Pelaksanaannya tidak hanya berkaitan dengan penyembelihan kambing, tetapi juga mencakup persiapan hewan, proses penyembelihan, pengolahan daging, hingga pembagiannya kepada keluarga dan masyarakat.

Bagi orang tua yang baru memiliki bayi, memahami cara melaksanakan aqiqah penting agar ibadah yang dilakukan benar-benar sesuai tuntunan syariat. Lalu, bagaimana hukum aqiqah dalam Islam, berapa jumlah kambing yang disiapkan, kapan waktu terbaik melaksanakannya, dan bagaimana cara membagikan daging aqiqah?

Artikel ini membahas langkah-langkah pelaksanaan aqiqah mulai dari persiapan hingga pembagian daging berdasarkan dalil dan sunnah Rasulullah ﷺ.

Apa Hukum Aqiqah dalam Islam?

Sebelum membahas tata cara pelaksanaannya, penting memahami hukum aqiqah menurut Islam.

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali memandang aqiqah sebagai sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang tua yang memiliki kemampuan.

Dengan demikian, hukum aqiqah anak bukanlah kewajiban mutlak yang harus dilakukan dalam kondisi apa pun. Orang tua yang memiliki kemampuan dianjurkan melaksanakannya, sedangkan orang yang tidak mampu tidak perlu memaksakan diri.

Dasarnya adalah sabda Rasulullah ﷺ:

"Barang siapa di antara kalian ingin menyembelihkan (aqiqah) untuk anaknya, maka hendaklah ia melakukannya."

(HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i)

Hadits tersebut menunjukkan adanya anjuran sekaligus kemampuan sebagai pertimbangan dalam melaksanakan aqiqah.

Karena itu, hukum melaksanakan aqiqah hendaknya dipahami sebagai ibadah sunnah yang dikerjakan sesuai kemampuan, bukan tradisi yang harus dilakukan dengan mengorbankan kebutuhan pokok keluarga.

Hadits tentang Aqiqah Anak

Terdapat beberapa hadits tentang aqiqah yang menjadi dasar pelaksanaan ibadah ini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama."

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i)

Hadits ini menjadi salah satu dasar penting mengenai sunnah aqiqah. Di dalamnya disebutkan penyembelihan aqiqah, pencukuran rambut, dan pemberian nama.

Hadits lainnya menjelaskan jumlah hewan yang digunakan:

"Untuk anak laki-laki dua kambing yang sepadan dan untuk anak perempuan satu kambing."

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i)

Inilah yang menjadi dalil jumlah kambing aqiqah yang paling banyak dijadikan rujukan oleh para ulama.

Berapa Jumlah Kambing untuk Aqiqah?

Berdasarkan hadits tersebut, ketentuannya adalah:

  • Anak laki-laki: dua ekor kambing.

  • Anak perempuan: satu ekor kambing.

Hadits tersebut merupakan dalil aqiqah anak laki-laki sekaligus dasar mengenai jumlah hewan aqiqah untuk anak perempuan.

Sementara itu, dalil aqiqah anak perempuan juga berasal dari hadits yang sama, yaitu bahwa untuk anak perempuan disembelihkan satu kambing.

Perbedaan jumlah tersebut merupakan ketentuan yang dijelaskan dalam sunnah Rasulullah ﷺ.

Dalam kondisi tertentu, orang tua yang tidak mampu menyediakan dua ekor kambing untuk anak laki-laki sebaiknya tidak memaksakan diri hingga mengalami kesulitan ekonomi. Kemampuan orang tua tetap perlu dipertimbangkan karena aqiqah merupakan ibadah sunnah menurut mayoritas ulama.

Cara Melaksanakan Aqiqah Anak

Agar lebih mudah dipraktikkan, berikut tahapan aqiqah sesuai sunnah Rasulullah ﷺ, mulai dari persiapan sampai pembagian daging.

1. Menentukan Waktu Aqiqah

Waktu yang paling utama untuk aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak.

Hal ini berdasarkan hadits:

"Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama."

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i)

Hari ketujuh menjadi waktu yang paling utama dalam aqiqah menurut sunnah.

Namun, apabila orang tua belum mampu melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai pelaksanaannya setelah hari tersebut. Karena itu, orang tua yang belum dapat melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh tidak perlu merasa terbebani.

2. Memilih Kambing Aqiqah

Tahap berikutnya adalah memilih hewan yang akan digunakan.

Kambing atau domba yang digunakan sebaiknya sehat dan layak. Hewan juga harus memenuhi ketentuan syariat mengenai penyembelihan.

Dalam memilih kambing, jangan hanya mempertimbangkan harga. Pastikan penyedia aqiqah memiliki sumber hewan yang jelas dan menjaga kesehatan serta kebersihan hewan.

Hal ini penting karena aqiqah adalah ibadah. Oleh sebab itu, prosesnya sebaiknya dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

3. Memastikan Penyembelihan Sesuai Syariat

Penyembelihan merupakan bagian paling penting dari pelaksanaan aqiqah.

Penyembelihan harus dilakukan dengan menyebut nama Allah dan menggunakan cara yang baik serta tidak menyiksa hewan.

Allah SWT berfirman:

"Maka makanlah dari apa yang disebut nama Allah atasnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya."

(QS. Al-An'am: 118)

Ayat tersebut berkaitan dengan hewan yang disembelih dengan menyebut nama Allah. Prinsip tersebut juga menjadi perhatian dalam penyembelihan hewan aqiqah.

Karena itu, pastikan proses penyembelihan dilakukan oleh orang yang memahami tata cara penyembelihan secara syar'i.

4. Mencukur Rambut Bayi

Selain penyembelihan, sunnah aqiqah juga berkaitan dengan pencukuran rambut bayi.

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa pada hari ketujuh dilakukan penyembelihan, pencukuran rambut, dan pemberian nama.

Dalam pelaksanaannya, pencukuran rambut dilakukan dengan baik dan aman agar tidak melukai bayi.

Sebagian ulama juga menganjurkan bersedekah dengan nilai yang sebanding dengan berat rambut bayi dalam bentuk perak. Praktik ini didasarkan pada riwayat dari Ali bin Abi Thalib mengenai Fatimah radhiyallahu 'anha yang menimbang rambut Hasan dan Husain kemudian bersedekah dengan perak seberat rambut tersebut.

5. Memberikan Nama yang Baik

Pemberian nama juga disebutkan bersamaan dengan aqiqah dalam hadits Nabi ﷺ.

Nama merupakan identitas yang akan melekat pada seorang anak sehingga orang tua dianjurkan memilih nama yang memiliki makna baik.

Dengan demikian, momentum aqiqah bukan sekadar acara makan bersama, tetapi juga dapat menjadi momentum doa dan rasa syukur atas amanah anak yang diberikan Allah SWT.

6. Mengolah Daging Aqiqah

Setelah kambing disembelih, daging dapat diolah menjadi makanan yang siap disantap.

Dalam praktik masyarakat Indonesia, daging aqiqah umumnya dimasak terlebih dahulu kemudian dibagikan dalam bentuk makanan siap santap.

Pengolahan daging juga perlu memperhatikan kebersihan. Mulai dari proses pemotongan, pencucian, memasak, pengemasan, hingga distribusi harus dilakukan secara higienis.

Tujuannya agar daging aqiqah benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya.

7. Membagikan Daging Aqiqah

Tahap terakhir adalah pembagian daging.

Daging aqiqah dapat diberikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, maupun masyarakat yang membutuhkan.

Berbeda dengan kurban yang memiliki ketentuan pembagian tersendiri, pembagian daging aqiqah memiliki ruang yang lebih luas. Orang tua dapat menikmati daging aqiqah bersama keluarga sekaligus membagikannya kepada orang lain.

Semangat utama pembagian tersebut adalah berbagi kebahagiaan dan rasa syukur atas kelahiran anak.

Apakah Aqiqah Harus Mengadakan Acara Besar?

Tidak.

Islam tidak menetapkan bahwa aqiqah harus dilakukan dalam bentuk pesta besar atau acara dengan banyak tamu.

Yang menjadi inti adalah penyembelihan hewan aqiqah sesuai syariat.

Karena itu, orang tua dapat melaksanakan aqiqah secara sederhana. Misalnya, kambing disembelih, daging dimasak, kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Jika ingin mengadakan acara keluarga, hal tersebut juga dapat dilakukan selama tidak terdapat unsur yang bertentangan dengan syariat dan tidak dilakukan secara berlebihan.

Tips Agar Aqiqah Praktis dan Sesuai Sunnah

Sebagian orang tua memilih menggunakan jasa aqiqah di tempat masing-masing dengna mencari penyesia jasa aqiqah Bogor, jasa aqiqah Jakarta, jasa aqiqah Banndung, jasa aqiqah Tangerang, jasa aqiqah Depok karena prosesnya cukup panjang, mulai dari mencari kambing hingga mengolah dan membagikan makanan.

Jika menggunakan jasa aqiqah, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Pastikan hewan sehat dan layak.

  2. Tanyakan proses penyembelihan.

  3. Pastikan penyedia memperhatikan ketentuan syariat.

  4. Perhatikan kebersihan pengolahan makanan.

  5. Pastikan jumlah paket sesuai pesanan.

  6. Pilih paket yang sesuai kemampuan.

  7. Pastikan harga dan layanan dijelaskan secara transparan.

Dengan demikian, orang tua dapat melaksanakan aqiqah sesuai sunnah Rasulullah ﷺ tanpa harus mengurus seluruh proses teknis secara mandiri.

Pesan Aqiqah melalui Syaria.id

Bagi Anda yang ingin melaksanakan aqiqah tetapi tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus kambing, penyembelihan, memasak, dan distribusi, layanan aqiqah Syaria.id dapat menjadi pilihan praktis.

Syaria.id membantu memudahkan proses pemesanan aqiqah sehingga orang tua dapat lebih fokus pada keluarga dan buah hati.

Anda dapat memilih paket aqiqah sesuai kebutuhan dan kemampuan keluarga.

Ingin melaksanakan aqiqah untuk buah hati dengan lebih praktis? Pesan layanan aqiqah melalui aplikasi Syaria.id dan pilih paket yang sesuai kebutuhan Anda.

Kesimpulan

Hukum aqiqah dalam Islam menurut mayoritas ulama adalah sunnah muakkadah bagi orang tua yang mampu. Dasarnya terdapat dalam sejumlah hadits aqiqah anak yang menjelaskan penyembelihan, waktu pelaksanaan, pencukuran rambut, pemberian nama, serta jumlah kambing.

Dalil jumlah kambing aqiqah menunjukkan bahwa untuk anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing.

Cara melaksanakan aqiqah dimulai dengan menentukan waktu, memilih hewan yang layak, melakukan penyembelihan sesuai syariat, mencukur rambut bayi, memberikan nama yang baik, mengolah daging, kemudian membagikannya kepada keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat.

Dengan memahami hukum aqiqah menurut Islam dan tata cara yang benar, orang tua dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan aqiqah menurut sunnah.

FAQ Aqiqah Anak

1. Apa hukum aqiqah anak dalam Islam?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah anak adalah sunnah muakkadah bagi orang tua yang mampu. Aqiqah tidak wajib dipaksakan kepada orang tua yang tidak memiliki kemampuan finansial.

2. Apa hadits utama tentang aqiqah?

Salah satu hadits tentang aqiqah menyebutkan bahwa setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i.

3. Berapa kambing untuk aqiqah anak laki-laki?

Berdasarkan hadits Nabi ﷺ, aqiqah anak laki-laki dianjurkan dengan dua ekor kambing yang sepadan.

4. Berapa kambing untuk aqiqah anak perempuan?

Aqiqah anak perempuan dianjurkan dengan satu ekor kambing berdasarkan hadits Nabi ﷺ.

5. Kapan waktu terbaik melaksanakan aqiqah?

Waktu yang paling utama adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika belum dapat dilakukan pada waktu tersebut, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai pelaksanaan setelahnya.

6. Apakah daging aqiqah boleh dimakan oleh keluarga?

Ya. Keluarga boleh memakan daging aqiqah dan membagikannya kepada keluarga, kerabat, tetangga, serta masyarakat.

7. Apakah aqiqah harus dilakukan dengan acara besar?

Tidak. Aqiqah dapat dilakukan secara sederhana. Yang terpenting adalah penyembelihan hewan dilakukan sesuai ketentuan syariat.

8. Bagaimana jika orang tua tidak sempat mengurus aqiqah sendiri?

Orang tua dapat menggunakan jasa aqiqah yang membantu menyediakan hewan, melakukan penyembelihan, mengolah makanan, dan mendistribusikannya. Pastikan penyedia jasa memiliki proses yang transparan dan memperhatikan ketentuan syariat.

 

Bagikan:FacebookX / TwitterWhatsApp

Artikel Terkait