Ngaji Online

5 Kesalahan Tajwid yang Paling Sering Terjadi dan Cara Memperbaikinya

Zulfikar · 18 Agustus 2026 · 10 dilihat

5 Kesalahan Tajwid yang Paling Sering Terjadi dan Cara Memperbaikinya

Tajwid adalah ilmu yang mengatur cara membaca Al-Qur'an dengan benar, mulai dari panjang pendek bacaan, dengung, hingga hukum-hukum huruf tertentu. Bagi pemula yang sedang belajar baca Quran, kesalahan tajwid adalah hal yang wajar terjadi. Namun jika dibiarkan tanpa koreksi, kesalahan tersebut bisa menjadi kebiasaan yang sulit diperbaiki bahkan hingga bertahun-tahun. Artikel ini akan membahas lima kesalahan tajwid yang paling sering terjadi, cara memperbaikinya, serta dalil Al-Qur'an dan hadits yang menegaskan pentingnya membaca dengan tajwid yang benar.

Perintah Membaca Al-Qur'an dengan Tartil

Allah SWT secara khusus memerintahkan agar Al-Qur'an dibaca dengan tartil, sebagaimana firman-Nya:

"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil (perlahan-lahan dan benar)." (QS. Al-Muzzammil: 4)

Membaca dengan tartil berarti membaca sesuai kaidah tajwid yang benar, termasuk memperhatikan panjang pendek bacaan (mad), hukum nun mati dan tanwin, hukum mim mati, serta berbagai hukum bacaan lainnya. Ayat ini menjadi dasar utama mengapa belajar baca quran tidak cukup hanya sekadar bisa membaca huruf, tetapi juga harus disertai penguasaan ilmu tajwid yang benar.

Keindahan Bacaan Al-Qur'an sebagai Bentuk Penghormatan

Rasulullah ﷺ sangat mencintai bacaan Al-Qur'an yang indah dan sesuai kaidah, sebagaimana sabdanya:

"Hiasilah Al-Qur'an dengan suara kalian." (HR. Abu Dawud)

Hadits ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an bukan sekadar mengucapkan huruf, tetapi juga memperhatikan keindahan dan ketepatan bacaan sesuai tajwid. Kesalahan tajwid yang dibiarkan akan mengurangi keindahan dan ketepatan bacaan yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ.

Pahala bagi yang Berusaha Memperbaiki Bacaan

Bagi pemula yang masih dalam proses belajar tajwid, terdapat kabar gembira dari Rasulullah ﷺ:

"Orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa berat/susah, maka ia mendapatkan dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi motivasi besar bagi siapa saja yang masih sering melakukan kesalahan tajwid. Proses belajar dan memperbaiki kesalahan, meski berulang kali, tetap bernilai pahala berlipat di sisi Allah selama dilakukan dengan kesungguhan.

5 Kesalahan Tajwid yang Paling Sering Terjadi

Berikut lima kesalahan tajwid yang paling umum ditemukan pada pemula, lengkap dengan cara memperbaikinya:

1. Kesalahan Panjang Pendek Bacaan (Mad)

Kesalahan ini adalah yang paling sering terjadi, baik memendekkan bacaan yang seharusnya panjang, maupun memanjangkan bacaan yang seharusnya pendek. Misalnya, mad thabi'i yang seharusnya dibaca dua harakat, sering dibaca terlalu pendek atau bahkan terlalu panjang seperti mad far'i.

Cara memperbaiki: Latihan menghitung ketukan pada setiap jenis mad secara konsisten, misalnya menggunakan jari untuk menghitung harakat saat membaca. Mendengarkan bacaan qari yang fasih juga membantu membiasakan telinga mengenali panjang pendek bacaan yang tepat.

2. Kesalahan Hukum Nun Mati dan Tanwin

Banyak pemula yang belum bisa membedakan antara hukum idzhar, idgham, iqlab, dan ikhfa saat bertemu huruf tertentu setelah nun mati atau tanwin. Kesalahan ini menyebabkan bacaan terdengar kaku atau bahkan mengubah bunyi yang seharusnya.

Cara memperbaiki: Menghafal huruf-huruf yang termasuk dalam masing-masing hukum bacaan, kemudian berlatih membaca contoh ayat yang mengandung hukum tersebut secara berulang hingga terbiasa.

3. Kesalahan Hukum Mim Mati

Kesalahan ini terjadi ketika pembaca tidak menerapkan hukum ikhfa syafawi, idgham mimi, atau idzhar syafawi dengan tepat saat mim mati bertemu huruf tertentu. Akibatnya, dengung yang seharusnya ada menjadi hilang, atau sebaliknya, muncul dengung yang tidak seharusnya.

Cara memperbaiki: Fokus latihan pada pengenalan huruf ba dan mim untuk hukum mim mati, serta membiasakan mendengarkan durasi dengung yang tepat dari pengajar atau rekaman qari.

4. Kesalahan Ghunnah (Dengung)

Ghunnah atau dengung sering diabaikan oleh pemula, padahal dengung adalah bagian penting dari tajwid, terutama pada huruf nun dan mim yang bertasydid. Kesalahan umum adalah dengung yang terlalu pendek atau bahkan tidak berdengung sama sekali.

Cara memperbaiki: Latihan khusus dengung dengan menahan bunyi nun atau mim bertasydid selama dua harakat, sambil merasakan getaran di hidung sebagai penanda dengung yang benar.

5. Kesalahan Qalqalah

Qalqalah adalah bacaan memantul pada huruf qaf, tha, ba, jim, dan dal ketika berharakat sukun. Kesalahan yang sering terjadi adalah pantulan yang terlalu berlebihan atau justru tidak ada pantulan sama sekali, sehingga bacaan terdengar datar.

Cara memperbaiki: Berlatih mengucapkan huruf-huruf qalqalah dengan pantulan yang ringan dan alami, tidak berlebihan, dengan bimbingan langsung dari guru agar bisa dikoreksi secara tepat.

Mengapa Kesalahan Tajwid Perlu Segera Diperbaiki?

Kesalahan tajwid yang dibiarkan tanpa koreksi bisa berdampak pada beberapa hal berikut:

  1. Menjadi kebiasaan yang sulit diubah, terutama jika sudah bertahun-tahun dibaca dengan cara yang salah.

  2. Mengurangi kualitas ibadah, karena tidak sesuai dengan cara Rasulullah ﷺ mengajarkan bacaan Al-Qur'an.

  3. Berpotensi mengubah makna, terutama pada kesalahan panjang pendek bacaan yang bisa mengubah arti kata.

  4. Menurunkan kepercayaan diri saat membaca Al-Qur'an di hadapan orang lain, seperti saat menjadi imam shalat.

Cara Efektif Memperbaiki Kesalahan Tajwid

Berikut langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk memperbaiki kesalahan tajwid secara bertahap:

  1. Belajar teori tajwid dasar, mulai dari hukum nun mati, mim mati, mad, ghunnah, hingga qalqalah.

  2. Praktik langsung dengan bimbingan guru, karena teori saja tidak cukup tanpa praktik yang dikoreksi.

  3. Melakukan setoran bacaan secara rutin, agar kesalahan bisa segera diketahui dan diperbaiki sejak dini.

  4. Mendengarkan bacaan qari yang fasih sebagai referensi telinga dalam mengenali bacaan yang benar.

  5. Konsisten berlatih setiap hari, meski hanya beberapa menit, untuk membiasakan lisan dengan bacaan yang tepat.

Ngaji Online: Solusi Efektif Memperbaiki Tajwid

Memperbaiki kesalahan tajwid membutuhkan bimbingan yang konsisten dan terstruktur. Di sinilah ngaji online dan belajar Al-Qur'an online menjadi solusi yang tepat, dengan berbagai keunggulan:

  • Private baca Quran yang memungkinkan guru fokus mengoreksi kesalahan tajwid murid secara detail.

  • Kurikulum tajwid terstruktur, biasanya tersedia dalam paket ngaji online mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.

  • Sistem setoran bacaan yang membantu memantau perkembangan penguasaan tajwid dari waktu ke waktu.

  • Fleksibilitas waktu belajar, sehingga latihan tajwid bisa dilakukan kapan saja sesuai jadwal masing-masing.

  • Bimbingan personal melalui privat ngaji, cocok bagi yang ingin fokus memperbaiki kesalahan tajwid tertentu.

Tips Memilih Kursus Ngaji Online yang Fokus pada Tajwid

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih kursus ngaji online atau kursus baca Quran:

  1. Pastikan pengajar menguasai ilmu tajwid secara mendalam, bukan hanya bisa membaca lancar.

  2. Cek apakah kurikulum mencakup lima kesalahan tajwid yang dibahas di atas secara khusus.

  3. Perhatikan metode koreksi, apakah dilakukan secara langsung dan detail pada setiap kesalahan.

  4. Pilih paket ngaji online yang menyediakan sesi private baca Quran untuk pembenahan tajwid personal.

  5. Cek jadwal setoran bacaan, pastikan cukup rutin untuk memantau perkembangan secara berkala.

Penutup

Kesalahan tajwid adalah hal yang wajar dialami pemula dalam perjalanan belajar baca Quran, namun perlu segera diperbaiki agar tidak menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Dalil Al-Qur'an dan hadits telah menegaskan pentingnya membaca dengan tartil dan penuh keindahan, sekaligus memberikan kabar gembira berupa pahala berlipat bagi mereka yang terus berusaha memperbaiki bacaannya. Dengan memanfaatkan kursus ngaji online, private ngaji, atau paket ngaji online yang fokus pada pembenahan tajwid, lima kesalahan umum di atas bisa diperbaiki secara bertahap dan terarah.

Jangan biarkan kesalahan tajwid terus berulang tanpa koreksi. Mulailah belajar Al-Qur'an online dengan bimbingan yang tepat, ikuti private baca Quran secara rutin, dan jadikan setoran bacaan sebagai kebiasaan untuk terus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an Anda.

 

Bagikan:FacebookX / TwitterWhatsApp

Artikel Terkait